Mohon perhatian,
Sesuai dengan Kalender Akademik SD Negeri Demangan Yogyakarta, pihak sekolah akan melaksanakan Ulangan Tengah Semester I. Kegiatan akan dilaksanakan mulai hari Senin tanggal 23 September 2013 sampai hari Kamis tanggal 26 September 2013.
Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Bapak/Ibu Guru dimohon segera menyerahkan file UTS ke bagian Tata Usaha untuk diserahkan ke Editor Soal.
Penyerahan soal paling lambat 16 September 2013 dan revisi paling lambat tanggal 18 September 2013.
Atas perhatian dan kerjasama dari Bapak/Ibu Guru diucapkan banyak terima kasih.
Admin
Senin, 23 September 2013
Selasa, 20 Agustus 2013
Wilayah Laut Indonesia
Wilayah laut Indonesia
Indonesia membuat peraturan yang jelas dan tegas mengenai
batas wilayah perairan laut negara Republik Indonesia, agar bahaya-bahaya yang
mungkin timbul dapat dicegah. Indonesia menganut persetujuan Hukum Laut
Internasional yang telah disepakati pada tahun 1982. Berdasarkan kesepakatan
tersebut wilayah perairan Indonesia meliputi batas laut teritorial, batas
landas kontinen, dan batas zona ekonomi eksklusif.
1. Batas Laut Teritorial
Batas laut teritorial adalah suatu batas laut yang ditarik
dari sebuah garis dasar dengan jarak 12 mil ke arah laut. Garis dasar
adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung terluar
pulau di Indonesia. Laut yang terletak di sebelah dalam garis dasar merupakan
laut pedalaman. Di dalam batas laut teritorial ini, Indonesia mempunyai hak
kedaulatan sepenuhnya. Negara lain dapat berlayar di wilayah ini atas izin
pemerintah Indonesia.

2. Batas Landas Kontinen
Landas kontinen adalah dasar laut yang jika dilihat dari
segi geologi maupun geomorfologinya merupakan kelanjutan dari kontinen atau
benua. Kedalaman landas kontinen tidak lebih dari 150 meter. Batas landas
kontinen diukur mulai dari garis dasar pantai ke arah luar dengan jarak paling
jauh adalah 200 mil. Kalau ada dua negara yang berdampingan mengusai laut dalam
satu landas kontien dan jaraknya kurang dari 400 mil, batas kontinen
masing-masing negara ditarik sama jauh dari garis dasar masing-masing. Kewajiban
negara ini adalah tidak mengganggu lalu lintas pelayaran damai di dalam batas
landas kontinen.
3. Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Pada tanggal 13 Desember 1957 Pemerintah Indonesia
mengeluarkan deklarasi yang dikenal dengan nama Deklarasi Juanda yang
melahirkan Wawasan Nusantara. Di dalam deklarasi itu ditentukan bahwa batas
perairan wilayah Indonesia adalah 12 mil dari garis dasar pantai masing-masing
pulau sampai titik terluar.
Pada tanggal 21 Maret 1980 Pemerintah Indonesia telah
mengeluarkan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indoensia sepanjang 200 mil,
diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
adalah wilayah laut sejauh 200 mil dari pulau terluar saat air surut. Pada zona
ini Indonesia memiliki hak untuk segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi
sumber daya alam permukaan laut, di dasar laut, dan di bawah laut serta
mengadakan penelitian sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya.
Sabtu, 10 Agustus 2013
PENILAIAN
PENILAIAN
Penilaian hasil belajar
peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.
sahih, berarti penilaian didasarkan
pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
2.
objektif, berarti penilaian didasarkan
pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
3.
adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan
peserta didik karena berkebutuhan khusus
serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status
sosial ekonomi, dan gender.
4.
terpadu, berarti
penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari
kegiatan pembelajaran.
5.
terbuka, berarti
prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan
dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang
berkepentingan.
6.
menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup
semua aspek kompetensi dengan
menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan
peserta didik.
7.
sistematis, berarti penilaian dilakukan
secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
8.
beracuan kriteria, berarti penilaian
didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan.
9.
akuntabel, berarti
penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun
hasilnya.
Teknik dan Instrumen Penilaian
1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan
berbagai teknik penilaian berupa tes,
observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang
sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.
2. Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes
praktik atau tes kinerja.
3. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama
pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran.
4. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat
berbentuk tugas rumah dan/atau proyek.
5. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik
memenuhi persyaratan (a) substansi, adalah merepresentasikan kompetensi yang
dinilai, (b) konstruksi, adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan
bentuk instrumen yang digunakan, dan (c) bahasa, adalah menggunakan bahasa yang
baik dan benar serta komunikatif sesuai
dengan taraf perkembangan peserta didik.
6. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan
dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi,
dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik.
Penilaian oleh Pendidik
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara
berkesinambungan, bertujuan untuk
memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan
efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai
berikut:
1. menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya
memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester.
2. mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik
penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran.
3. mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai
dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih.
4. melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk
lain yang diperlukan.
5. mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil
belajar dan kesulitan belajar peserta didik.
6. mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik
disertai balikan/komentar yang mendidik.
7. memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan
pembelajaran.
8. melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap
akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai
prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan
kompetensi utuh.
9. melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan
Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian
peserta didik dengan kategori sangat baik,
baik, atau kurang baik.
Penilaian oleh Satuan Pendidikan
Penilaian hasil
belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi
peserta didik pada semua mata pelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan
sebagai berikut:
1. menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan
karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan
pendidikan melalui rapat dewan pendidik.
2. mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir
semester, dan ulangan kenaikan kelas.
3. menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan
yang menggunakan sistem paket melalui rapat dewan pendidik.
4.
menentukan kriteria program
pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem kredit semester
melalui rapat dewan pendidik.
5.
menentukan nilai akhir kelompok mata
pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga
dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil
penilaian oleh pendidik.
6.
menentukan nilai akhir kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan
dan kepribadian dilakukan melalui rapat
dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik dan nilai
hasil ujian sekolah/madrasah.
7.
menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah
dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah sesuai
dengan POS Ujian Sekolah/Madrasah bagi satuan pendidikan penyelenggara UN.
8.
melaporkan hasil penilaian mata
pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada
orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan.
9.
melaporkan pencapaian hasil belajar
tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.
10. menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan
melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan kriteria:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir
untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan
akhlak mulia; kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok
mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
c. lulus ujian sekolah/madrasah.
d. lulus UN.
11. menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN)
setiap peserta didik yang mengikuti Ujian Nasional bagi satuan pendidikan
penyelenggara UN.
12. menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari
satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara UN.
Arca Ganesha
ARCA GANESHA
Arca Ganesha Museum Nasional
Pada arca hindu dikenal istilah antropomorsis, adalah penggambaran manusia setengah binatang. Ganesha merupakan salah satu arca antropomorsis. Ciri khususnya adalah digambarkan sebagai manusia berkepala gajah (setengah gajah).
Ganesha digambarkan dengan bermacam-macam, ada yang duduk, ada yang berdiri, dan kadang digambarkan sedang menari. Jika dalam posisi duduk, ganesha tidak dapat bersila, karena Ganesha selalu digambarkan berperut buncit.
Ganesha memiliki rambut yang disanggul ke atas menyerupai mahkota. Mahkota-nya berbentuk bulan sabit dan di atas bulan sabit ada tengkoraknya yang disebut Ardhacandrakapala, sebagai pertanda bahwa adalah anak Dewa Siwa. Ciri lainnya adalah trinetra, yang hanya dimiliki oleh Siwa dan Ganesha. Telinganya telinga gajah, dengan belalainya. Belalainya selalu menuju ke kiri menghisap madu yang ada di mangkuk pada tangan sebelah kirinya melambangkan karakter kekanak-kanakan dalam diri Ganesha, yang menyatakan bahwa ia adalah seorang anak. Mangkok tersebut kadangkala digambarkan sebagai batok kepala, batok kepala yang dibelah. Simbol yang menggambarkan Ganesha sedang menyerap otak (kepala). Ganesha disebut dewa ilmu pengetahuan karena ganesha digambarkan sedang menyerap otak, dimana otak digambarkan sebagai sumber asal akal manusia yang merupakan sumber ilmu pengetahuan.
Ganesha memiliki 4 tangan atau disebut juga catur biuja. Hal inilah yang membedakan manusia dengan dewa. Dari keempat tangan, tangan yang di depan sebelah kanan membawa gading yang patah (ekadanta). Ada juga arca yang digambarkan utuh dan ada juga yang digambarkan patah. Patahan gading itu dapat digunakan ganesha untuk membunuh musuhnya.
Patung Batara Gana (Ganesha) di Candi Prambanan
Tangan sebelah kanan belakang membawa tasbih, sementara tangan kiri belakang membawa kapak. Sebagaimana penggambaran arca dewa lainnya, arca patung Ganesha memiliki lingkaran suci atau cahaya di belakang kepalanya, dalam bahasa sansekerta disebut Sirascakra (sira berarti kepala, cakra berarti roda atau lingkaran). Namun demikian arca Ganesha ada yang digambarkan dengan sandaran dan tanpa sandaran. Bila ditempatkan di tengah relung candi biasanya tidak memiliki sandaran. Ganesha juga memiliki tali kasta atau Upawita ular,selain itu juga dilengkapi dengan kalung, kelat bahu, gelang tangan dan gelang kaki.
Arca Ganesha lainnya digambarkan sedang berdiri dan mengangkat satu kakinya. Itu adalah Ganesha yang digambarkan sedang menari, oleh karena itu disebut juga raja tari. Ayahnya, Dewa Siwa sebenarnya yang disebut raja tari. Tarian Ganesha bisa dibilang tarian jenaka, karena badannya yang gemuk. Ganesha banyak disukai karena tingkah lakunya yang jenaka.
Beberapa jenis bentuk penggambaran Arca Ganesha
sumber gambar: http://www.katinkahesselink.net.
Ganesha juga dikenal sebagai dewa penghalau bahaya atau pengusir rintangan. Selain itu Ganesha juga disebut ganapatya, pemimpin para gana, murid-murid Dewa Siwa. Ganesha dianggap sebagai panglima tinggi diantara jajaran ketentaraan Dewa Siwa. Karena itu Ganesha juga dikenal juga sebagai dewa perang. Wahana atau kendaraan Ganesha adalah tikus.
Ganesha berkepala gajah?
Kitab Siwa Purana menceritakan, pada suatu Dewi Parvati/ Parwati (istri Dewa Siwa) ingin mandi. Karena tidak ingin diganggu, maka ia menciptakan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ganesha. Ia berpesan kepada Ganesha agar tidak mengizinkan siapapun masuk ke rumahnya saat Dewi Parwati mandi dan hanya boleh menuruti perintah Dewi Parwati saja. Pesan dan perintah tersebut dilaksanakan dengan baik oleh Ganesha.
Syahdan Dewa Siwa suami Dewi Parwati pulang dan hendak masuk ke rumahnya, namun ia tidak dapat masuk karena dihadang oleh anak kecil yang menjaga rumahnya. Ganesha melarangnya karena ia melaksanakan perintah Dewi Parwati. Dewa Siwa menjelaskan bahwa ia suami dewi Parwati dan rumah yang dijaga Ganesha adalah rumahnya juga. Namun Ganesha tidak mau mendengarkan perintah Dewa Siwa, sesuai dengan perintah ibunya untuk tidak mendengar perintah siapapun. Dewa Siwa kehilangan kesabarannya dan bertarung dengan Ganesha. Pertarungan amat sengit sampai akhirnya Dewa Siwa menggunakan Trisulanya dan memenggal kepala Ganesha. Saat Dewi Parwati selesai mandi, ia menemukan putranya sudah tak bernyawa. Mengetahui putranya dibunuh oleh Dewa Siwa, ia menjadi amat marah dan menuntut agar anaknya dihidupkan kembali.
Dewa Siwa tersadar akan perbuatannya dan ia menyanggupi permohonan istrinya. Dewa Siwa kemudian menemui Dewa Brahma menceritakan kejadian tersebut. Kemudian atas saran Dewa Brahma, Dewa Siwa mengutus abdinya, Gana, untuk memenggal kepala makhluk apapun yang dilihatnya pertama kali yang menghadap ke utara. Ketika turun ke dunia, Gana mendapati seekor gajah dengan kepala menghadap utara. Saat mengetahui kepalanya akan dipenggal sang gajah melawan hingga salah satu gadingnya patah. Namun kepala gajah itu pun akhirnya dapat dipenggal dan digunakan untuk menggantikan kepala Ganesha, hingga akhirnya Ganesha dihidupkan kembali oleh Dewa Siwa.
Tambahan Penjelasan:
Anthropomorphic
atribusi karakteristik manusia ke makhluk bukan manusia. Subyek antropomorfisme seperti binatang yang digambarkan sebagai makhluk dengan motivasi manusia, dapat berpikir dan berbicara, atau benda alam seperti angin atau matahari. Istilah antropomorfisme berasal dari bahasa Yunani ἄνθρωπος (anthrōpos) yang berarti manusia dan μορφή (morphē) yang berarti bentuk.
atribusi karakteristik manusia ke makhluk bukan manusia. Subyek antropomorfisme seperti binatang yang digambarkan sebagai makhluk dengan motivasi manusia, dapat berpikir dan berbicara, atau benda alam seperti angin atau matahari. Istilah antropomorfisme berasal dari bahasa Yunani ἄνθρωπος (anthrōpos) yang berarti manusia dan μορφή (morphē) yang berarti bentuk.
Definition: Anthropomorphic is the attribution of uniquely human characteristics to non-human creatures and beings, natural and supernatural phenomena, material states and objects or abstract concepts. Subjects for anthropomorphism commonly include animals and plants depicted as creatures with human motivation able to reason and converse, forces of nature such as winds or the sun, components in games, unseen or unknown sources of chance, etc. Almost anything can be subject to anthropomorphism.
Zoomorphic
Definition: Zoomorphic is the shaping of something in animal form or terms. Examples include:
- Art that imagines humans as animals
- Art that creates patterns using animal imagery, or animal style
- Animal-deities, such as exist in Egyptian mythology
Definition: Zoomorphic is the shaping of something in animal form or terms. Examples include:
- Art that imagines humans as animals
- Art that creates patterns using animal imagery, or animal style
- Animal-deities, such as exist in Egyptian mythology
Therianthrophic
(from n. therianthrope and adj. therianthropic, part man and part beast, from the Greek theríon, θηρίον, meaning “wild animal” or “beast” (impliedly mammalian), and anthrōpos, άνθρωπος, meaning “human being”) refers to the metamorphosis of humans into other animals. Therianthropes have long existed in mythology, appearing in ancient cave drawings such as the Sorcerer at Les Trois Frères.
The term therianthropy was used to refer to animal transformation folklore of Asia and Europe as early as 1901. Sometimes, “zoanthropy” is used instead of “therianthropy”.
Therianthropy: the ability to shapeshift into animal formThe tendency of viewing human behaviour in terms of the behaviour of animals, analogous to anthropomorphism, which views animal behaviour in human terms
Therianthropy was also used to describe spiritual belief in animal transformation in 1915 and one source raises the possibility the term may have been used in the 16th century in criminal trials of suspected werewolves. Horus is an ancient Egyptian deity. Many Egyptian deities were portrayed as theriocephalous (with a human body and an animal head).
(from n. therianthrope and adj. therianthropic, part man and part beast, from the Greek theríon, θηρίον, meaning “wild animal” or “beast” (impliedly mammalian), and anthrōpos, άνθρωπος, meaning “human being”) refers to the metamorphosis of humans into other animals. Therianthropes have long existed in mythology, appearing in ancient cave drawings such as the Sorcerer at Les Trois Frères.
The term therianthropy was used to refer to animal transformation folklore of Asia and Europe as early as 1901. Sometimes, “zoanthropy” is used instead of “therianthropy”.
Therianthropy: the ability to shapeshift into animal formThe tendency of viewing human behaviour in terms of the behaviour of animals, analogous to anthropomorphism, which views animal behaviour in human terms
Therianthropy was also used to describe spiritual belief in animal transformation in 1915 and one source raises the possibility the term may have been used in the 16th century in criminal trials of suspected werewolves. Horus is an ancient Egyptian deity. Many Egyptian deities were portrayed as theriocephalous (with a human body and an animal head).
2007 arie saksono
Dikutip dari tulisan Arie Saksono di http://ariesaksono.wordpress.com/2008/05/22/arca-ganeshaLotus
LOTUS (NELUMBO Sp),
Bunga lotus
memiliki nama ilmiah Nelumbo nucifera, Nelumbium nelumbo, Nelumbo
speciosa, Nelumbium speciosum. Di Indonesia dikenal dengan bunga seroja,
sedangkan di beberapa negara dikenal dengan Sacred Water Lotus, Sacred
Lotus, and Chinese Arrowroot, dan lain-lain. Bunga lotus memiliki makna
kelahiran kembali dan pencerahan spiritual, mewakili kesucian, umur panjang,
kehormatan, kesehatan dan keberuntungan.
Baik lotus merupakan tanaman air yang hidup di empang,
kolam, waduk, rawa dan danau. Lotus sangat menyukai perairan yang menggenang
dengan tingkat kedalaman sedang sampai dangkal, terutama yang dasarnya
berlumpur. Umbi (bonggol) lotus bisa
mencapai dua kepalan orang dewasa. Dari bonggol ini akan tumbuh tangkai daun,
bunga, rizoma dan akar. Batangnya tumbuh tinggi ke atas. Daun-daun lotus
menyembul jauh ke atas permukaan air juga tumbuh ke atas. Tangkai lotus kaku,
keras dan kuat.
Lotus berkembang
biak dengan rizoma (perkembangbiakan vegetatif) dan berkembangbiak dengan bijinya (generatif).
Biji lotus diperoleh dari buah yang terbentuk setelah terjadi penyerbukan. Setelah
mekar sempurna, bunga lotus tetap berada jauh dari permukaan air. Bakal biji
tumbuh pada "buah" yang merupakan pangkal bunga berbentuk cawan.
Dalam satu buah lotus, hanya akan tumbuh belasan biji. Ukuran biji lotus memang
cukup besar dengan diameter 1,5 cm. Kulit biji lotus berwarna hitam dan cukup
kuat. Biji lotus yang telah cukup tua, akan lepas dari "cawannya" dan
jatuh ke permukaan air. Biji ini akan mengapung lalu terbawa air menjauh dari
induknya. Setelah agak lama berada di permukaan air, kulit biji lotus akan
basah. Biji akan menjadi berat lalu tenggelam, menyentuh lumpur dan tumbuh
menjadi tumbuhan baru.
MANFAAT LOTUS
- 1. Bijinya bisa sebagai sumber pangan potensial karena kaya protein, misalnya untuk membuat kue dan minuman.
- 2. Umbinya bisa untuk membuat acar, tumisan, dan keripik. Jika rajin mengkonsumsi, Insya Allah bisa terbebas dari demam, batuk, dan hipertensi.
- 3. Daunnya bisa dimanfaatkan ubtuk penurun panas dan menghentikan pendarahan.
- 4. Selain keindahan, aroma lotus juga bermanfaat sebagai pengobatan energi yang diyakini dapat meningkatkan vitalitas dan efek menenangkan.
- 5. Benang sari lotus biasa dipakai wanita Tiongkok sebagai bahan baku masker penghalus kulit.
Minggu, 02 Juni 2013
Kelulusan Siswa SD Negeri Demangan
KELULUSAN DIMAJUKAN, SISWA BERSORAK GEMBIRA
Sesuai jadwal dalam Petunjuk Teknis Ujian Nasional untuk SD/MI, pengumuman akan dilakukan secara serentak pada tanggal 8 Juni 2013. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, pengolahan nilai ternyata berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga pengumuman kelulusan SD/MI dimajukan tanggal 1 Juni 2013.
Pada hari Jumat tanggal 31 Mei 2013 pukul 09.00 WIB, Kepala Sekolah diminta mengambil Daftar Nilai Ujian Nasional. Pada hari yang sama, Dewan Guru SD Negeri Demangan juga segera mengadakan rapat kelulusan.
Hasil rapat kelulusan menyatakan bahwa dari 70 orang peserta Ujian Nasional, 70 orang dinyatakan lulus.
Pertimbangan yang dipakai dalam kelulusan ini adalah Kriteria Kelulusan Minimal bagi siswa SD Negeri Demangan Kota Yogyakarta :
Sesuai jadwal dalam Petunjuk Teknis Ujian Nasional untuk SD/MI, pengumuman akan dilakukan secara serentak pada tanggal 8 Juni 2013. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, pengolahan nilai ternyata berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga pengumuman kelulusan SD/MI dimajukan tanggal 1 Juni 2013.
Pada hari Jumat tanggal 31 Mei 2013 pukul 09.00 WIB, Kepala Sekolah diminta mengambil Daftar Nilai Ujian Nasional. Pada hari yang sama, Dewan Guru SD Negeri Demangan juga segera mengadakan rapat kelulusan.
Hasil rapat kelulusan menyatakan bahwa dari 70 orang peserta Ujian Nasional, 70 orang dinyatakan lulus.
Pertimbangan yang dipakai dalam kelulusan ini adalah Kriteria Kelulusan Minimal bagi siswa SD Negeri Demangan Kota Yogyakarta :
- Siswa memiliki raport dari kelas 1 sampai dengan kelas 6
- Siswa memiliki nilai minimal baik untuk seluruh mata pelajaran
- Siswa memiliki kepribadian baik
- Siswa sudah mengikuti / melaksanakan Ujian Nasional (UN), Ujian Sekolah Tulis, dan Ujian Sekolah Praktik
- Siswa lulus Ujian Sekolah untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;
- Siswa berhasil mencapai Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) Nilai Akhir sesuai ketentuan sekolah
Tepat pukul 10.00 WIB, siswa mendapatkan hasil pengumuman tersebut. Sorak sorai terdengar dari halaman sekolah. Rasa gembira terlihat di wajah-wajah mereka.
Selamat ya.... kalian memang hebat!
Minggu, 26 Mei 2013
penulisan kisi-kisi soal
Berdasarkan hasil supervisi dan evaluasi keterlaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2009 yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA), masih banyak ditemukan penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan pendidik ternyata belum sepenuhnya menggambarkan tingkat pencapaian kompetensi peserta didik yang sesungguhnya, karena guru:
1) tidak membuat kisi-kisi dalam pengembangan butir soal;
2) dalam membuat soal tidak mengikuti kaidah-kaidah penulisan soal yang baik dan benar, sehingga hasil belajar peserta didik belum menggambarkan kompetensi yang ditunttut;
3) belum membuat soal secara mandiri (hanya mencontoh, mencopy contoh-contoh soal dari guru lain atau dari buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dijual dipasaran); dan
4) tidak melakukan analisis butir soal, sehingga tidak mengetahui indikator/KD mana yang belum mampu dicapai oleh peserta didik.
Kondisi tersebut di atas antara lain disebabkan karena guru belum memahami dan belum mengembangkan soal, dan menganalisis butir soal sesuai dengan prinsip, mekanisme, dan prosedur penilaian sebagaimana diuraikan di atas.
Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan dan dijadikan pedoman untuk menulis soal. Kisi-kisi yang disajikan dalam bentuk format terdiri atas komponen-komponen:
- Identitas kisi-kisi yang sekurang-kurangnya memuat nama sekolah, mata pelajaran, jenis kurikulum, jumlah soal, bentuk soal, alokasi waktu, dan penyusun soal.
- Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar/Indikator Pencapaian
- Bahan Kelas/Semester
- Materi Pokok
- Indikator Soal
- Nomor soal
Kisi-kisi yang baik memenuhi kriteria sebagai berikut:
- Mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional;
- Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami;
- Kompetensi yang mau diukur atau materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya;
Indikator adalah karakteristik, ciri-ciri, tanda-tanda, perbuatan, atau respons yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik untuk menunjukkan bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi dasar tertentu (Rancangan Penilaian Hasil Belajar, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat PSMA, 2008);
Indikator soal dirumuskan dengan singkat dan jelas. Syarat indikator yang baik adalah:
- Menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus yang tepat);
- Menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif dan lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan;
- Dapat dibuat soal atau pengecohnya(untuk soal objektif);
- Memperhatikan urgensi, kontinuitas, relevansi, dan keterpakaian (UKRK)
Model penulisan indikator soal terdiri atas dua macam, yaitu:
- Penempatan kondisinya di awal kalimat, dipergunakan jika soal disertai dengan dasar pernyataan (stimulus), misalnya berupa kalimat, paragraf, gambar, grafik, dan lain-lain;
- Penempatan objek dan perilaku yang harus ditampilkan pada awal kalimat, dipergunakan jika soal tidak disertai dengan dasar pernyataan (stimulus).
Dalam melakukan penulisan butir soal, hendaknya mengacu pada:
- prinsip-prinsip penilaian yaitu sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis, acuan kriteria, akuntabel;
- kaidah-kaidah penulisan soal.
Langganan:
Postingan (Atom)